Prasangka

Sadar atau tidak kita sering berasumsi, jika berhubungan dengan manusia dapat disebut prasangka. Yang terakhir ini terkadang sulit kita hindari karena mungkin telah menjadi pengalaman hidup kita ketika bertemu dengan orang yang bergaya mirip, saya menyebutnya dengan “pola sosial”.

Di lain sisi, agama saya tidak memperbolehkan prasangka yang buruk terhadap seseorang, tetapi dibolehkan jika ada petunjuk dan fakta yang kuat mengenai hal tersebut, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Ada orang yang berbekal petunjuk dan fakta yang sedikit menghakimi seseorang secara membabibuta dan adapula yang sebaliknya. Kasus pertama dan kedua sama-sama keliru.

Bagaimana kita bisa berprasangka pada seseorang sesuai dengan porsinya? pertama, berprasangkalah yang baik padanya. kedua, berprasangkalah yang baik padanya. ketiga, berprasangkalah yang baik padanya sampai muncul petunjuk dan fakta yang jelas.

Sulit, tapi kita perlu berusaha, karena insya Allah jika kita berpikiran positif, dunia akan menjadi lebih baik. Mari berusaha.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s