Idola

Beberapa hari yang lalu saya membaca plurk noorwewe yang kurang lebih dengan adaptasi “Idola dalam bahasa Arab artinya ma’buuda, lihat translate.google”. Kalau tidak salah terjemahannya berarti sesembahan.

Jika memang benar seperti itu berarti para fans yang mengidolakan seseorang itu berarti menghinakan dirinya di hadapan orang tersebut. Parahnya banyak orang sekarang ingin menjadi idola, berniat menjadi “sesembahan-sesembahan” baru manusia.

Lihat di mana-mana orang merasa dirinya artis, begitu narsisnya *memeriksa diri sendiri, saya iya tidak ya?*, di twitter, di facebook, di jalan-jalan, di panggung-panggung, dan banyak lagi. Merasa dirinya penting sekali, berusaha untuk populer di kalangan manusia, bagaimana caranya dikenal oleh orang-orang, dst.

Yang akhirnya kerja nyata untuk masyarakat luas menjadi tidak ada atau minim? benar tidak?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s