Siklus Hidup

Siklus hidup stwn beberapa minggu ini cukup bagus, alhamdulillah, meskipun perlu perbaikan minor yang selalu ada.

Seperti waktu-waktu sebelumnya, siklus hidup saya berubah sesuai dengan kondisi dan pengalaman. Pernah sehari-hari dipenuhi dengan aktivitas tak berguna, santai-santai nggak karuan, sekali-sekali juga pernah lurus *subyektif* :D

Saya pernah berkomentar seperti ini:

“Lakukan maksimal 2 aktivitas utama saja dalam hidupmu, karena kita secara default bukan multitasker yang baik”

Kutipan tersebut muncul beberapa saat setelah saya baca sebuah artikel review buku, Covey kalau tidak salah.

Setelah berkomentar demikian, saya jadi terus berpikir dan mencari tahu pasti. Bereksperimen secara implisit dengan kasus-kasus waktu vs aktivitas.

Saya memang tukang banyak kerjaan, suka pingin ngerjain ini itu. Semakin tua *nyadar* waktu saya tiba-tiba menjadi berkurang, tepatnya terbatas. Entah itu dibatasi dengan masalah hidup yang semakin kompleks atau karena sudah tidak punya waktu berleha-leha.

Saya kira mungkin dulu saya tidak peduli sekali dengan waktu, pokoknya ngerjain segala sesuatu walaupun itu menghabiskan waktu berabad-abad. Hiperbola.

Sekarang semakin tua, saya jadi semakin sadar bahwa ada porsi-porsi waktu yang harus dibagi-bagi. Ini untuk mencari nafkah, itu untuk hobi, ini untuk istirahat, itu untuk silaturahmi, dst.

Kembali ke siklus hidup sekarang, beberapa bulan ini saya membuat keputusan tidak resmi bahwa saya akan berusaha melakukan hal-hal yang sedikit saja, seperti paragraf sebelumnya, maksimal dua aktivitas utama. Satu mencari nafkah, dua proyek hobi. Ditambah prioritas!

Waktu pagi saya luangkan untuk mode ReadWrite (RW) yaitu melakukan aktivitas proyek hobi seperti ngoprek Kuliax dan menulis dokumentasinya.

Siangnya saya gunakan untuk bekerja mencari nafkah, kebetulan saat ini sedang ada pekerjaan menulis, sekaligus latihan.

Sore atau malamnya saya lanjutkan dengan aktivitas mode ReadOnly (RO) seperti membaca tulisan lewat pemasok/feed atau “peninggalan sejarah” di laterloop. Intinya aktivitas yang tidak menyedot banyak tenaga dan pikiran, selain karena biasanya saya sudah ngantuk, badan juga sudah lemah karena aktivitas seharian.

Aktivitas-aktivitas tersebut tidak melulu harus seperti itu sih, perlu ada prioritas yang harus diurutkan setiap hari. Bisa waktu pagi diisi pekerjaan karena dekatnya tenggat waktu, atau saat sore atau malam saya gunakan untuk sedikit mode RW dengan menulis hal-hal ringan seperti ini di blog.

Aktivitas tidak utama atau yang bersifat musiman dapat dilakukan sekali waktu.

Selain itu saya sering mencatat apa yang memang perlu dicatat juga dibagi ke orang lain di akun twitter dan plurk saya hehe. Ini saya anggap sebagai proses dokumentasi mikro yang baik.

Iklan

One thought on “Siklus Hidup

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s