GCOS: Hari Kedua

Tulisan ini adalah lanjutan dari posting berjudul GCOS: Hari Pertama.

Pada hari kedua GCOS, saya datang awal sekitar pukul 8 pagi, karena memang KRL yang membawa saya ke sudirman tiba pukul 7.30an. Waktu yang diperlukan dengan berjalan kaki dari stasiun ke Shangrila kurang lebih 15 menit.

Saya memutuskan untuk jalan-jalan dulu di tempat pameran yang berisi beberapa stan perusahaan, pemenang lomba dan award. Suasana masih sepi, jadi saya nongkrong saja di stan Sun/OpenSolaris, kebetulan ada Alex dkk. Kami mengobrol sambil berinternet ria dengan hotspot yang disediakan oleh Indosat M2.

Sesuai rencana, pada hari kedua saya tidak akan ikut workshop dan juga sesi pertama tidak ada yang menarik di setiap track. Saya hanya sempat masuk ke track Educating (F)OSS and (F)OSS for Education berjudul Java Economy: How Open Source Boosts IT Sector, kemudian keluar dari ruangan untuk melihat-lihat lagi stan dan berdiskusi dengan orang-orang di sana. Bersosialisasi :D

Tempat pameran boleh dibilang kecil, kalo memang tidak mau disebut kecil sekali. Ada 16 stan yaitu:

  1. Zaitun Time Series, aplikasi analisis statistik, pemodelan, dan peramalan data time series
  2. KardinaL, kamus tradisional daring
  3. Ubuntu Jogja/Blender Indonesia, komunitas Ubuntu dan Blender Indonesia. Saya mendapat stiker, belakangan saya berikan kepada orang yang lebih membutuhkan :D
  4. Nusantara View, sistem informasi pariwisata dan bisnis di Indonesia
  5. International Design School, jualan sekolah desain termasuk pelatihan Blender
  6. BPPT, penerjemah lisan dll.
  7. Depkominfo, bagi-bagi bundel buku TI dan keamanan, juga CD free-software dan distribusi Linux
  8. AOSI, jualan layanan dan kaos. Saya membeli kaos satu buah
  9. Senayan, sistem manajemen perpustakaan
  10. Bajau, jualan layanan dan sertifikasi internasional seperti RHCE. Saya mendapatkan kupon diskon training 30% setelah ngobrol ngalor-ngidul
  11. EasyHotspot, hotspot billing system
  12. Crayonpedia, kolaborasi antar sekolah untuk materi ajar dan pembelajaran. Saya sudah pernah dengar dan tetap tertarik
  13. Sun/OpenSolaris, informasi OSUM, bagi-bagi CD, buku, gantungan kunci, dst. Dapat kaos OpenSolaris, makasih lex
  14. Indosat M2, jualan IM2 prabayar dan pasca
  15. Oracle, bagi-bagi CD Oracle XE dkk., dapat whitepaper Oracle Unbreakable Linux
  16. Biskom, majalah.

Selain mengumpulkan “oleh-oleh” dalam bentuk barang dari masing-masing stan, saya juga mengambil selebaran dan brosur. Hampir semua orang di stan saya ajak diskusi untuk mendapatkan informasi yang berharga.

Setelah berjalan-jalan dari satu stan ke stan lain, saya kembali ke ruangan track Educating (F)OSS and (F)OSS for Education dengan sesi
kedua berjudul POSS Network Activities and (F)OSS Adoption in Indonesia oleh Dr. Khabib Mustofa dari UGM.

Pak Khabib banyak cerita soal POSS dan sepak terjangnya di Indonesia termasuk IGOS, UGOS, dan aktivitas-aktivitasnya. Pak Adi Indrayanto kebetulan juga menjadi moderatornya.

Sesi ketiga saya kabur lagi, bersosialisasi jilid dua :D

Sesi keempat saya masuk ke track Prospect and Experience of (F)OSS in Creative Industry dengan judul Creating Open Content Using Open Source with Community Participation oleh Adez Aulia dari Blender Foundation.

Adez cerita tentang proyek-proyek yang dibangun dengan Blender khususnya film animasi, salah satunya film Meraih Mimpi, kalau saya tidak salah dengar film animasi tersebut dibuat kurang lebih 2 tahun.

Permasalahan-permasalahan dalam pembuatan film animasi adalah biaya, waktu, dan uang. Salah satu solusinya adalah penggunaan FOSS seperti Blender 3D.

Film-film animasi yang sudah jadi sebagai “proof-of-concept” hasil olahan Blender 3D adalah seperti Big Buck Bunny dan Elephant’s Dream. Untuk game ada Yo Frankie!. Di Indonesia sendiri sedang dikembangkan proyek berbasis komunitas dan terdistribusi yaitu SuperBiriBiri, sepertinya game.

Untuk Revenue Model dari Blender:

  • pre sales DVD release
  • buku dan tutorial
  • merchandizing
  • donasi dan pemerintah.

Sesi kelima masih track yang sama, berjudul Nusantara Online: The New Venture in Game Online oleh I Made Wiryana. Terus terang saya sedikit tahu dengan game ini, trailer-nya sering dimainkan saat pameran Ristek bulan Agustus ’09. Pak Made bercerita tentang game ini, engine, infrastruktur backend, …

Sesi terakhir pada track yang sama, berjudul (Free Software/)Open Source for Creative Industry oleh Gustaff Hariman Iskandar.

Gustaff cerita tentang bagaimana industri kreatif di Bandung, fenomenanya, penggunaan FOSS di dalamnya secara gradual, dilengkapi dengan data-data statistik riset yang dilakukan komunitas bernama Common Room. Saya terkesan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s