Brain Fu*k Scheduler (BFS)

Sebagai penggemar -ck patchset, saya ikut bergembira Con Kolivas (CK) merilis scheduler bernama BFS. CK lama tidak muncul dan kedengaran beritanya sejak dua (2) tahun yang lalu.

Pada dasarnya, BFS bertujuan sama dengan scheduler Staircase Deadline (SD) yang ada pada -ck patchset yaitu untuk meningkatkan respon dan interaktivitas sistem, khususnya pada desktop.

Kuliax 6.0 aka bakpia menjadi bukti penggunaan -ck patchset, dan saya banyak mendapat laporan dari para pengguna bahwa sistem bakpia memiliki respon yang bagus, mereka menyebutnya dengan kata “cepat” atau “gegas”.

Linux 2.6.22 adalah kernel versi terakhir yang didukung oleh -ck patchset, sehingga tidak mungkin menggunakannya untuk kernel rilis terakhir atau paling tidak yang disediakan oleh distribusi sekarang ini. Debian 5.0 aka lenny membawa 2.6.26 sebagai kernel Linux standarnya. Melakukan hacking untuk mem-port -ck patchset ke minimal Linux 2.6.26 adalah hal yang besar sekali bagi saya yang pemula.

Sebenarnya sudah ada scheduler standar di dalam mainline kernel Linux, yaitu Completely Fair Scheduler (CFS), yang mempunyai tujuan yang mirip. Scheduler ini adalah versi “bersih” dan lebih diterima oleh Linus, walaupun ide pada scheduler ini salah satunya diadaptasi dari SD.

Dengan adanya scheduler BFS yang ada dalam bentuk tambalan atau patch ke Linux 2.6.30 maka selain peningkatan interaktivitas juga fitur-fitur terkini dan dukungan up-to-date driver pada banyak perangkat keras.

Mau mencoba? sebelum melakukannya, baca dulu poin-poin mengapa CK membuat BFS ;-)

  • Because it throws out everything about what we know is good about how to design a modern scheduler in scalability.
  • Because it’s so ridiculously simple.
  • Because it performs so ridiculously well on what it’s good at despite being that simple.
  • Because it’s designed in such a way that mainline would never be interested in adopting it, which is how I like it.
  • Because it will make people sit up and take notice of where the problems are in the current design.
  • Because it throws out the philosophy that one scheduler fits all and shows that you can do a -lot- better with a scheduler designed for a particular purpose. I don’t want to use a steamroller to crack nuts.
  • Because it actually means that more CPUs means better latencies.
  • I’ll think of some more becauses later.

Dan juga pertanyaan ini:

Is this stable?
Probably not. I use it on half a dozen machines but the code only booted for the first time successfully on the 25th August 2009 so you work out how new it is
.

Iklan

4 thoughts on “Brain Fu*k Scheduler (BFS)

  1. ns

    penggemar CK dengan baca posting ini berati bertambah satu,
    jay, andika dan stwn :)

    seru juga jika dapat melakukan patch kernel CK ke basis rpm.
    Apakah ada petunjuk untuk build CK ke dalam kernel-2.6.30.5-src.rpm?

    *baru selesai build kernel-2.6.30.5-43.ign.rpm :)

    Balas
  2. stwn

    bukannya kalo pake src.rpm yang sudah terpasang, tinggal taruh patch-nya di SOURCES/ dan sunting berkas spec-nya supaya ada langkah apply patch kang? patch0, patch1, dst? %patch?

    setahu saya src.rpm, misal punya fedora, ada patch2 kustom bawaannya? paling tidak buat contoh cara apply patches. mestinya kang nana sudah tahu sekali

    sebelum dimasukkan ke rpm build, perlu dicoba (manual) dulu apply patch ke versi kernel yang sesuai supaya dipastikan bersih dan tidak ada “bentrok” dengan kode versi kernel yang digunakan atau patches kustom bawaan distro

    Balas
  3. Ping balik: Satu jam dengan BFS | suryana.or.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s