Akhirnya Mengalir

Sejak posting terakhir di blog ini, saya cukup banyak (sok) sibuk dengan urusan kampus. Tanggal 24 Juni saya baru memasukkan draft buku ke TU, padahal hari sebelumnya bisa dilakukan, tapi karena harus menepati janji presentasi di luar kota terpaksa baru dilakukan pada rabu pagi itu. Konsekuensinya jadwal sidang kemungkinan kecil tidak dapat dilakukan pada minggu tersebut, yes minggu terakhir sidang untuk semester ini.

Saya cuma berdoa saja dan memonitor pengumuman TU di kampus, sampai akhirnya tanggal 26 ada kabar bahwa saya dan satu teman saya Alhamdulillah mendapat jadwal hari Senin, 29 Juni. Singkat cerita teman saya diminta untuk mengulang sidang, dan saya bersyukur dapat melewatinya dengan baik serta bisa lulus sebelum tanggal 2 Juli dan wisuda pada bulan tersebut.

Seperti biasa kegiatan dilanjutkan dengan mengumpulkan persyaratan kelulusan dan wisuda. Sempat pulang kampung selama satu minggu pula.

Kini saya mulai beraktivitas kembali di penelitian kecil sejak awal tahun lalu, sepertinya perlu fokus dan latihan bekerja layaknya seorang peneliti *nggaya, peneliti kuwi opo tho?* sambil mencoba mencari “rumah” yang telah Allah gariskan. Saya tidak tahu sampai kapan harus mencari, berusaha lebih baik daripada menganggur tanpa harapan.

Saya tiba-tiba juga menemukan kata-kata:

Seperti air jernih mengalir, membersihkan kotoran, membantu tanaman dan bunga tumbuh.

Kalau airnya kotor, tidak dapat membersihkan. Kalau airnya terlalu deras, membuat tanaman dan bunga mati.

Iklan

8 thoughts on “Akhirnya Mengalir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s