Linux dan GPLv2

Kenapa Linus tetap menggunakan GPLv2 sebagai lisensi kernel Linux? kok tidak pindah ke GPLv3 saja? pertanyaan ini muncul di sebuah milis Linux. Berikut adaptasi dari jawaban saya di milis tersebut:

Setahu saya salah *satu* alasan kenapa Linus masih tetap menggunakan GPLv2 sebagai lisensi kernel Linux adalah untuk menghormati banyak kontributor yang sejak awal melisensikan kontribusi kodenya di bawah GPLv2.

Berpindah lisensi dari GPLv2 ke GPLv3 tentunya akan mengubah kode kernel Linux. Artinya Linus harus menanyakan satu per satu para kontributornya yang berjumlah ribuan dengan pertanyaan:

“kontribusi kode Anda saya ganti lisensinya menjadi GPLv3 ya? kalau mau tolong dimodifikasi lagi agar kompatibel dengan lisensi baru ini. kalo tidak mau..”.

Padahal umur Linux sudah 17 tahunan, jumlah kontributor yang ribuan dengan kontribusi kode cuma satu baris sampai ratusan/ribuan per orang. Selain itu Linus tidak berhak untuk mengganti lisensi kontribusi kode semua orang menjadi lisensi pilihannya.

Jika disimpulkan alasan kenapa Linus tetap menggunakan GPLv2 adalah:

  1. menghormati komunitas sebagai kontributor
  2. menghargai hak para kontributor
  3. praktis saja :-)

Di sisi lain, saya menduga ini adalah psikologi manusia yang cenderung enggan perubahan haha.

Iklan

2 thoughts on “Linux dan GPLv2

  1. Ping balik: stwn.ngeblog. » Kompatibilitas Lisensi

  2. Ping balik: Kompatibilitas Lisensi « stwn.ngeblog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s