Penjual Rujak

Saya kira, sejak sekian tahun yang lalu, orang-orang tidak terlalu tertarik dengan detil mengenai distro Linux dan tetek-bengeknya. Saya sendiri baru mendapatkan “rasa ingin tahu” mereka tentang bagaimana mengembangkan sebuah distro, kemarin sore.

Mungkin tulisan ini sebagai media dialog dan diskusi awal saja, tentu jika diperlukan ;-)

Dari dulu, saya sering menganggap mengembangkan distribusi aka distro Linux seperti membuat rujak, mungkin banyak orang menganalogikan seperti ayam goreng, es krim, atau yang lain. Saya kira rujak cocok menggambarkan bagaimana banyak komponen diintegrasikan menjadi satu dengan cara dan seni yang berbeda pada masing-masing pengembang.

Jika kita ingin membuat rujak, langkah-langkah yang diperlukan kurang lebih secara umum adalah:

  1. kita harus mengumpulkan buah-buahan, bertemu dengan penjual, memilih buah, icip-icip, dst.
  2. setelah mendapatkan buah, kita iris-iris buah-buahan itu menjadi yang kita inginkan dengan alat-alat pembuat rujak seperti pisau, dan lain-lain. Intinya memproses bahan baku sesuai dengan resep turunan dari eyang kita atau tetangga. Nantinya, resep buatan kita adalah akumulasi dari proses adaptasi berbagai resep terbuka yang ada
  3. kita perlu membuat sambal racikan untuk membuatnya enak disantap, juga mungkin semacam “dekorasi” rujak, misal buah-buahan dibentuk seperti bunga :)
  4. kita melakukan ujicoba rujak buatan kita. apakah sambal yang kita buat sudah enak? rasa apa yang paling menonjol dari sambel kita? target pasar pembeli rujak mana yang akan kita sasar?
  5. kita menjual rujak yang sudah “jadi”, sekaligus memberikan icip-icip pada pembeli
  6. kita menambah layanan-layanan lain, misal membuat waralaba atau cabang rujak, jika usaha kita berkembang.

Seni dalam membuat rujak:

  • kita, suatu waktu, bisa mendapatkan buah-buahan yang ternyata busuk atau ada ulatnya atau apapun yang membuat buah tersebut harus diganti dengan versi yang lebih bagus atau bersih. Kita bisa mengunduhnya dari penjual tempat membeli buah itu atau bahkan ke petani buah
  • untuk dapat tetap mendapatkan buah yang bagus kita harus terus memantau status dari pasar atau kebun buah. Jika kita mendapati ada “sesuatu” dengan buah, kita bisa melakukan “order” kembali
  • jika kita ingin mendapatkan suplai buah-buahan yang terjaga kualitas dan kuantitasnya, kita bisa membuat kebun sendiri, tetapi sebelumnya kita perlu membeli bibit pohon dari pasar terdekat
  • terkadang atau sering, apakah karena sedang kecapekan atau lupa, kita salah mengiris buah, atau kebanyakkan memberikan cabe pada racikan sambal, atau mungkin juga alat-alat pembuat rujak perlu kita update, apa karena pisau sudah tumpul, hilang karena lupa atau salah taruh, dst. Solusinya jelas, melakukan proses pembuatan ulang dan juga meng-update alat-alat +debugging jika ada kesalahan :D
  • pada akhirnya, proses manual yang ada cukup membosankan bagi penjual. Oleh karena itu, penjual membuat semacam alat yang dapat mengotomatisasi pembuatan rujak. Alat-alat “autobuild” rujak ini bisa kita bayangkan seperti yang ada di pabrik, ada masukan buah-buahan (yang mungkin juga bisa diotomatisasi), kemudian proses pembuatan rujak, sampai dengan keluaran berbentuk rujak siap santap lengkap dengan dekorasi dan sesuai dengan target pasar rujak kita. Ke depan, penjual rujak akan menjadi semacam operator dan teknisi dari pabrik rujak yang nantinya akan meningkat menjadi supervisor, manajer operasional, dst. :)
  • pembeli, terutama yang punya dana cukup, sering meminta penjual rujak untuk melakukan “kustomisasi” dari rujak yang dia bikin. Mungkin pembeli ingin menghilangkan buah jambu, sambal yang lebih pedas, dekorasi penyajian dibuat sesuai tema acara pembeli (misalnya), atau bisa saja pembeli ingin menjadi penjual rujak juga. Dan si penjual diminta untuk membuatkan pabrik rujak dengan dana dari si pembeli.

Jika analogi ini bisa disebut sebagai satu dari sekian banyak gambaran proses di dalam pengembangan Free Software (FS) secara umum, maka proses di dalam FS sebenarnya adalah alami, berbeda dengan closed-source yang bisa dibilang artifisial.

Proses membuat rujak tentu saja secara konsep, mudah, tetapi seperti kutipan dari morpheus di film The Matrix:

There’s a difference between knowing the path and walking the path.

Iklan

3 thoughts on “Penjual Rujak

  1. Ping balik: stwn.ngeblog. » Git, hg, dan Versioning

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s