Penjual Senapan

Tadi pagi saya mengambil buku-buku bertema teknologi informasi dari seseorang yang mengumumkan di forum kampus bahwa ia akan melepas puluhan koleksi bukunya secara gratis karena akan pindah dari kota ini. Jumlah yang berhasil saya bawa 8 buah dengan topik sistem operasi, pemrograman bahasa C, dan keamanan. Memang sih bukan buku asli, hanya kopian, tapi lumayan daripada nyetak sendiri :P

Saya akui buku-buku miliknya tergolong bagus-bagus, terlihat dari judul dan pengarang-pengarangnya, dan saya bisa menebak anak itu adalah tukang baca dan keren secara kemampuan. Tebakan saya bisa salah. Ketika ditanya soal konsentrasi dia dimana, dijawab “Kompiler, pemrograman C, dst.” :)

Anak itu mengambil jurusan informatika, angkatan 2004, berarti pas 4,5 tahun lulus ya, hebat. Tebakan saya yang lain yaitu anak tersebut rajin, memberi prioritas yang tinggi pada kuliah, itu terbukti dengan kumpulan tugas-tugasnya yang tersusun rapi di komputer. Yak, ketika saya tanya, “dulu tugas untuk mata kuliah Sistem Operasi apa?” dia dengan sigap mencari di kumpulan direktori-direktori di komputernya dan segera menjawab “bikin semacam shell”.

Hal yang membuat saya terinspirasi adalah tempat kos yang menurut saya relatif sederhana dengan kamar ukuran 2 m x 3 m, juga fasilitas komputasi berbentuk PC biasa, bukan notebook, teronggok di pojok, dengan speaker yang sama dengan punya saya di kos!

Saya memang tidak akan membahas speaker itu, yang saya lihat mengingatkan pada kutipan kata-kata yang kurang lebih berbunyi:

bukan senapan bagus yang diperlukan, tapi orang dibalik senapan tersebut. the man behind the gun.

Saya jadi merasa berlimpah “senapan bagus” tetapi “the man”-nya hanya seorang anak kecil yang hanya bisa bermain pistol air.

Mana rasa bersyukurmu, stwn? apakah dirimu hanya ingin mengoleksi senapan-senapan tanpa mahir menggunakannya? jadi penjual senapan sajalah kamu!

Iklan

2 thoughts on “Penjual Senapan

  1. Mas iwan terlalu merendah :).
    Senapan M-16 Mas bagus kok, tinggal mengokang senapan, terus menarik pelatuknya, maka senapannya akan bekerja, …
    bukan begitu mas iwan ? :D

  2. m16 nggak perlu dikokang, kalo ada pelurunya langsung tembak aja kan? :D

    untuk bisa menggunakan senjata apapun butuh kemampuan: bagaimana memegangnya dengan baik supaya tidak kaget waktu menembak, bagaimana supaya tembakan tepat sasaran, pertimbangan cuaca seperti angin untuk mengoperasikan sniper, dst.

    kita butuh kemampuan, itu yang membuat kita spesial!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s