Simpanan Cerdas

Saya bikin judul tulisan ini agak aneh, simpanan kok cerdas? kalaupun susunan katanya benar, apakah memang bisa disebut cerdas? ya sudah lah kita abaikan saja sementara hal ini.

Sering kita mendapatkan diri sendiri merasa ingin sesuatu, mungkin banyak, jika keinginan dituruti dan hal ini tidak sesuai kebutuhan dan kemampuan sekarang, akan mengganggu hidup kita baik secara ekonomi, kesehatan, dan lain-lain ;-) Yak, ini masalah keinginan vs kebutuhan *pernah saya tulis di twitter* dan posting ini ditulis untuk mencari cara bagaimana kita bisa menghindari keinginan yang tidak sesuai kebutuhan.

Dalam bayangan saya, jika nominal uang yang kita miliki sedikit, kita akan berhati-hati dalam membelanjakannya, apalagi misal kita pengangguran dan baru akan dapat pekerjaan lagi 3-6 bulan ke depan, kita harus simpan uang ini paling tidak sampai kita mendapatkan pemasukkan kembali.

Dengan model kendali kata “sedikit” kita bisa terapkan pada apa saja yang kita miliki baik sedikit atau banyak. Contoh simpanan uang saja ya, bisa di celengan atau di bank.

Jika kita punya uang 1 juta rupiah, bagaimana cara mengendalikannya? dengan model kata “sedikit” kita bisa bagi uang 1 juta rupiah ini menjadi 5 bagian yaitu 200 ribu rupiah, dan masing-masing bagian ini kita simpan di tempat berbeda, bisa celengan atau bank yang berbeda.

Ketika sebelumnya kita melihat uang 1 juta rupiah itu banyak, kita menjadi seolah-olah hanya mempunyai uang 200 ribu rupiah yang lebih sedikit, walaupun bisa saja kita menambahkan semua simpanan itu jadi 1 juta rupiah tapi itu akan membutuhkan usaha berpikir dan berhitung, belum lagi “ongkos” mecahin celengan, jalan ke lokasi penyimpanan, dst. hehehe. Yang pasti secara psikologis, kita akan berpikir kita cuma punya uang sedikit.

Contoh kasus, kita ingin, bukan butuh, membeli harddisk 160 GB SATA, anggap saja harganya 300 ribu rupiah. Ketika kita akan membelanjakannya, kita akan berpikir beberapa kali, pertama menghitung untuk mendapatkan 300 ribu berarti saya ambil 100 ribu 3 kali dari 3 bank atau celengan berbeda, atau kalaupun saya ambil 200 dari salah satu bank atau celengan, berarti habis deh simpanan di bank atau celengan itu, biaya bolak-balik baik waktu, bensin, maupun uang, dst. Kita akan khawatir secara psikologis dan akan melakukan pertimbangan untuk membelanjakannya.

Maksimal pengeluaran psikologis kita dengan cara “sedikit” tersebut menurut saya adalah separuh dari simpanan di satu tempat. Dalam kasus di atas bernilai 100 ribu, mungkin kita cuma butuh USB disk saja?

Catatan:

  • cara ini mungkin tidak berlaku bagi orang yang kurang peduli atau belum dewasa :D
  • kebutuhan yang mendesak sekali bisa mengalahkan segalanya, misal untuk biaya ke dokter
  • perlu dipikirkan juga biaya administrasi setiap bulannya jika kita akan menyimpan di bank. Pertimbangkan nilai impas dari biaya administrasi dan bagi hasil. Saya rekomendasikan menabunglah di Bank Syariah ;-)
Iklan

One thought on “Simpanan Cerdas

  1. sangprabo

    >> Saya rekomendasikan menabunglah di Bank Syariah
    Yuukkk.. Akur dah. Sayangnya, sekarang di shar-e kena charge 3500 sebulan (kecuali produk deposito mudharobah). Doh!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s