Tips Melawan Malas

Saya teringat tips dari ustadz Ridwan untuk melawan kemalasan dan jadi ingin menulis poin-poinnya di sini. Tips melawan malas:

  1. Berdoa, seperti kata ustadz Bowo juga.
  2. Melakukan perencanaan. Kita perlu merencanakan aktivitas kita, contoh besok pagi kita mau ngapain aja ditulis di kertas atau hipsterPDA kemudian esok dilakukan. Jangka pendek maupun jangka panjang.
  3. Tidak memanjakan diri atau bermanja-manja. Mau ngerjain sesuatu tapi nggak mood, ini berarti manja. Mau bangun pagi tapi capek dan kayaknya enak selimutan, dingin lagi, ini berarti manja. Mau beli makan malam tapi nggak ada duitnya berarti kere’ *lho kok?*. Kawan-kawan tau poinnya.
  4. Membaca biografi ulama (orang yang berilmu bukan orang yang dapat “jabatan ulama”), jika diperluas secara umum bisa tokoh-tokoh keren di dunia ini yang menjadi panutan dan banyak berkontribusi. Bagaimana mereka hidup, bagaimana mereka memanfaatkan waktunya, bagaimana cara pandang mereka, bagaimana mereka menjalani hidup, dst. Kita mestinya akan bercermin pada orang-orang terbaik.
  5. Tidak terlalu dekat dengan orang-orang yang malas atau orang yang suka mencemooh/meledek. Di sini maksudnya berhubungan biasa saja, karena kalau terlalu dekat akan “menular” malasnya atau menurunkan semangat kita. Misal kita dekat orang yang suka bolos kuliah, ketika kita akan berangkat atau rajin kuliah pasti kita akan dicemooh/diledek “ngapain kuliah? nggak bosen?”, “ciee rajin nih ye..”, dan sejenisnya. Minimal kita sedikit demi sedikit akan terpengaruh, sadar atau tidak karena dicemooh/diledek dan melihat kemalasan :D

Kalau ada yang terlupa poinnya tulisan ini akan di-update kembali. Yang nulis belum tentu rajin.

Iklan

7 thoughts on “Tips Melawan Malas

  1. za

    Boleh juga tips-nya Wan. Tapi entah kenapa, kok aku agak anti ya dengan “tips”. Walau secara substansi aku akui bagus. Apa aku gak suka digurui? Dan lebih pilih cara dialogis?

    Balas
  2. stwn

    hihi tidak tahulah zak, yang pasti jika itu positif jadi masukan jika negatif abaikan saja

    menurutku kalau orang tidak mau “digurui” itu pertanda orang itu kurang terbuka terhadap apa-apa yang berasal di luar dirinya :P

    Balas
  3. sangprabo

    Mengingat-ingat tujuan akhir, kata Sean Covey.

    Doraemon pernah ngasih “permen penambah semangat” buat Nobita. Terbukti, Nobita jadi tambah rajin ngerjain PR, bantu2 Ibunya, dll. Di akhir cerita, Doraemon bilang “ini cuma permen biasa kok”. Di sinilah letak kekuatan sugesti. :D

    Balas
  4. anung

    Tidak terlalu dekat dengan orang-orang yang malas atau orang yang suka mencemooh/meledek.

    duh, itu tipikal orang2 Hima saya :P

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s