Cerita Kamis-Minggu

Kamis minggu lalu alhamdulillah saya punya kesempatan untuk berkunjung kembali ke Jogja, ya kira-kira sudah 3 bulan-an tidak kesana. Perjalanan dimulai dengan membeli tiket kereta api Lodaya pagi hari sebelumnya. Agak khawatir sih sebenarnya karena memang musim liburan kali aja kehabisan. Setelah mendapatkan tiket, sepulang dari kampus saya merapikan segala hal yang mau dibawa. Cukup repot juga karena saya pulang setelah maghrib, kalau pulang tuh pengennya istirahat aja.

Keesokan harinya saya terbangun agak siang, beruntung sebagian besar barang bawaan sudah masuk tas. Tinggal merapikan kamar dan memeriksa apakah ada yang tertinggal. Dengan santainya saya membuat mi instan dan melakukan aktivitas pagi. Tidak terasa ternyata sudah pukul 7 pagi, saya kaget baru sadar sudah mepet dengan jadwal berangkat kereta. Segera saja cepat-cepat beberes pergi dan membawa mie yang masih hangat, tidak lupa berpamitan pada bapak dan ibu kos.

Karena kos saya persis di belakang pangkalan, saya lebih mudah naik angkot tapi permasalahannya kebiasaan ngetem atau nunggu penumpang selalu ada. Yah dinikmati aja sekalian makan mie yang dibawa dari kos. Dingin-dingin makan yang hangat-hangat. Enak. Akhirnya angkot jalan diselingi ngetem-ngetem. Waktu tempuh ke stasiun kira-kira setengah jam sampai dengan satu jam dari kos, kesimpulan: saya mepet berangkatnya. Di jalan saya berkata dalam hati “turun terus naik taksi biar cepat dan tidak terlambat” tapi tidak terlaksana juga karena angkot ngetem tidak terlalu lama tapi kalau diitung secara kumulatif ya lama juga sebenarnya.

Sampai di stasiun pukul 07.50, baru sampe gerbang sudah ada suara yang kurang lebih “Kereta Lodaya Pagi jurusan Bandung-Solo Balapan segera akan diberangkatkan..”. Hah? saya segera lari, mie masih saya pegang tapi kemudian saya cari tempat sampah dan membuangnya, untung sudah habis. Ada bapak yang biasa bantu bawa-bawa barang menawarkan bantuan, saya iyakan sambil minta tolong kali bisa dibantu naik kalau kereta jalan. Lari-lari deh, heboh hehe, akhirnya naik kereta. Selang beberapa menit berangkat.

Saya cari nomor tempat duduk dan ketemu, bersebelahan dengan mas berumur sekitar 30 tahunan. Mas ini sepertinya bukan “pemerdaya” hehe, asli Jogja, tinggal dan kerja di Bandung. Satu kampus lagi. Perjalanan diselingi dengan membaca buku non fiksi berjudul “The Accidental Office Lady“, sebuah cerita asli tentang seorang wanita amerika yang hidup di Jepang dan pengalamannya. Inti dari buku ini adalah menceritakan tentang Jepang, bagaimana kultur sosialnya, dst. Menarik karena ceritanya dilihat dari sisi personal si wanita yang notabene bukan orang jepang, jadi ada semacam konflik batin dan sosial dan lain-lain dengan orang-orang dan lingkungan Jepang. Selain membaca buku itu, sesekali saya ngobrol dengan mas di sebelah saya. Tidak, tidak ada cerita pemerdaya kali ini, mungkin di lain waktu :P

Sampai di Jogja pukul 16an, saya dijemput Yuda, penampung imigran Bandung. Sempat juga cari mencari karena kita tidak melihat satu sama lain padahal dalam satu area yang sama. Blank spot? setelah ketemu di luar stasiun, kami menuju kontrakan Yuda dan Amru. Tidak ada acara khusus dua hari pertama, jalan-jalan saja, hanya hari ketiga yaitu sabtu ada Kuliax MicroConf yang rencananya di Ketep, Magelang karena satu dan lain hal diubah ke ruangan UGOS, Jogja. Acara berjalan cukup baik dan memang dari awal kami tidak akan berdiskusi panjang lebar tapi lebih ke arah apa yang bisa dilakukan dalan waktu dekat.

Saya pulang ke Bandung hari Minggu malam dengan kereta Mutiara Selatan karena tiket Lodaya Malam baik bisnis maupun eksekutif habis! Seperti pada saat datang, pulang saya diantar Yuda lagi. Berangkat dari Jogja pukul 22-an dan sampai di Bandung pukul 05.45-an. Alhamdulillah sudah sampai di Bandung, saatnya beraktivitas kembali. Kapan-kapan kita bertemu lagi. Terima kasih Yuda dan Amru yang mau menampung saya, fathirhamdi, ucuk dan istri, adzy_maniac, agungxtwo, awal, dan kawan-kawan pemain tenis, saudara-saudara seperjuangan, dan banyak lagi yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Lho kok kayak sambutan penerima penghargaan atau kata-kata di kover album? :P

Iklan

5 thoughts on “Cerita Kamis-Minggu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s