Dipanggil Bapak

Tidak tahu kenapa kebanyakan orang di kota ini memanggilku Bapak. Memang sih mungkin mereka melihat dari kumis dan jenggotku :-D tapi kenapa ada orang-orang yang memanggilku dengan sebutan Bapak juga padahal dia hanya melihat punggungku?

Iklan

14 thoughts on “Dipanggil Bapak

  1. @senja: wooo..

    @wisnu: sesama “orang tua” dilarang saling menganggu

    @agus: huhu padahal mau panggil pak kan gus tapi takut salah, kalau panggil mas biar seneng orangnya :-D

  2. Ah, itu kan panggilan gaul. Sejak SMU (waktu itu namanya belum diganti jadi SMA lagi), di sekolahku pada memanggil sesama teman dengan sebutan “Pak”.
    “Piye, Pak. Wis mangan durung? Neng kantin yuk!”

    Kalau jaman sekarang sepertinya jadi “Bos”.
    “Sori, Bos. Kesuwen sing nyilih motormu.”

    Nah, kalau jaman dulu memakai istilah “Bung”.

    *percaya nggak percaya, pokoke ngono*

  3. panggilan pak itu secara tidak sadar muncul karena kita memancarkan aura keseriusan dan kedewasaan.. menjadi dewasa itu tidak mudah.. makanya pilihan…

    btw, kok komentarku jadi serius yah.. hehe.. :D

  4. @ryan_oke: kalo di daerah jawa tengah misal di semarang pun dulu banyak orang panggil-panggilan dengan ‘pak‘ tapi bukan ‘Bapak‘ ;-)

    @fathirhamdi: wah terima kasih Bapak Fathir komentar yang ok

    @kwak: phrikaz!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s