Berebut Kue Linux/PLBOS

Sekarang ini kalau kita lihat banyak orang yang seolah-olah “berebut porsi kue” Linux/Perangkat Lunak Bebas dan Open Source (PLBOS). Coba saja kita lihat di kanan-kiri terutama perusahaan, pemerintah, dan juga masyarakat sudah mulai memanfaatkan Linux/PLBOS terutama dari sisi bisnis atau minimal mengedukasi pengguna dulu.

Semakin hari semakin banyak saja pengguna Linux/PLBOS. Pemerintah melalui kementriannya misal Ristek dan Depkominfo mulai melakukan gerakan-gerakan yang sifatnya nasional. Selain itu yang berbentuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pun bermunculan. Perusahaan banyak yang melakukan migrasi dan semakin sering mendukung kegiatan PLBOS. Di dunia pendidikan pun sudah dilakukan usaha masuk ke kurikulum dan banyak lagi.

Ini kondisi yang bagus bagi Indonesia, tapi dengan munculnya dukungan dan semangat yang “tiba-tiba” membuat saya takut, seperti ketakutan kita pada umumnya jika ada orang yang datang, duduk di samping kita, kemudian ingin memberikan sofa, lemari es, uang, dan lain-lain secara gratis :D

Terus terang saya kurang begitu suka hal-hal populer, alasannya kepopuleran sering membuat kita lupa kenapa kita memakai sesuatu yang populer itu. Budaya kita sering hanya mengikuti kepopuleran sebuah produk atau budaya itu sendiri tapi tidak mengerti apa esensinya. Saya mengerti pula bahwa ini manusiawi, “orang cenderung untuk menyukai yang populer”. Mungkin saya dan sebagian orang lain agak berbeda dalam masalah manusiawi ini.

Nahh di Linux/PLBOS yang kita takutkan adalah “kepopuleran”. Dengan adanya Linux/PLBOS yang “populer” ini semua orang bermigrasi dan mendukung Linux/PLBOS. Lah jika Linux/PLBOS tidak populer lagi? artinya Linux/PLBOS menjadi hal yang biasa, apakah orang akan berubah lagi kembali ke jaman purba? bagaimana dengan orang yang “buta” ketika memilih distribusi Linux hanya melihat “kepopulerannya” saja dan menganggap yang lain “tidak berguna”? berebut pengguna untuk menggunakan distronya? kelompok pengguna, komunitas, … sebagai komoditas?

Hal lain dalam pemanfaatan Linux/PLBOS di sisi bisnis yang terlihat pada motif implisit dari pemerintah, perusahaan, dan masyarakat membuat Linux/PLBOS sebagai “lahan baru” atau “jatah kue baru” yang jadi rebutan. Rebutan ini secara global akan memunculkan pemenang yaitu yang selalu melakukan inovasi. Seperti ungkapan yang terkenal itu “Inovasi atau Mati”.

Di Indonesia sendiri saya masih belum yakin akan ungkapan tersebut di atas, kita sering terbawa budaya lama yang mungkin akan diadaptasikan di jaman baru ini. Apakah akan muncul “mafia Linux/PLBOS”? apakah dengan Linux/PLBOS semua jadi terlihat jelas dan terbuka? bagaimana dengan masalah hak cipta perangkat lunak di bawah lisensi GPL atau Open Source yang bisa disalahgunakan di sini? atau …

Iklan

One thought on “Berebut Kue Linux/PLBOS

  1. Ping balik: University Update - Open Source - Berebut Kue Linux/PLBOS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s