Komunikasi Yang Buruk

Sore kemarin saya bertemu dengan dosen yang pernah membimbing saya, juga pernah jadi bos saya :D. Seminggu sebelumnya memang sempat mengutarakan permintaan lewat instant messaging untuk minta rekomendasi sekolah lagi. Beliau mengatakan OK. Saya akan menghubungi beliau hari senin depannya (kemarin), setelah beliau pulang dari luar kota.

Senin pagi saya menulis pesan pendek kepada beliau apakah hari ini saya bisa bertemu untuk minta rekomendasi. Beliau menjawan bisa, kami janji ketemu pukul 14.30 di kampus. Saya datang tepat waktu, sepertinya, karena kebetulan ponsel saya sedang mati dan saya tidak membawa jam tangan. Bapak dosen ada keperluan dengan seorang mahasiswa pada saat saya datang, sepertinya mahasiswa pascasarjana. Setelah mahasiswa tersebut keluar, saya langsung masuk ke kantornya dan berkata “Sudah selesai ya Pak”, maksudnya selesai bimbingan.

Saya membuka tas saya dan mengeluarkan dua kertas borang rekomendasi akademik dan dua amplop. Saya hanya bilang “Ini Pak. Ke Bandung.”, kalau dipikir kayak di bis aja, sambil menyerahkan borang dan amplop. Kemudian Pak dosen membaca borang dan berkata “Ini ditinggal dulu ya mas”. Saya jawab “Kira-kira saya ambil kapan Pak?”. “Besok saja, tapi siang mas”. Ok. Sebelum pertemuan berakhir saya ditanya “Ini rekomendasi untuk jurusan?”, “Teknik Elektro pak”. Setelah itu saya mengucapkan terima kasih dan pulang.

Satu hal yang saya ingat sampai sekarang tentang pertemuan itu, saya melakukan komunikasi yang buruk. Saya hanya mengucapkan satu atau dua kata saja, tanpa memberikan semacam “intro” untuk memulai pembicaraan dan penjelasan tentang maksud saya bertemu beliau. Saya merasa lawan bicara sudah mengerti apa yang dimaksudkan oleh saya, mengapa minta rekomendasi, dst. Ini bisa benar juga bisa salah.
Jika diurutkan dengan koreksi, mungkin ideal dari pertemuan adalah sebagai berikut:

I: “Selamat siang, Pak” atau “Assalamu’alaikum”

L: “Siang mas” atau “Wa’alaikumussalam”

I: “Sedang sibuk Pak?” (sedikit basa-basi)

L: “Tidak, gimana mas?”

I: “Begini Pak, saya ingin mendaftar blabla untuk program blabla dan membutuhkan rekomendasi akademik. Bisa saya mendapatkannya dari Bapak?”

L & I: “Blabla” (ngobrol soal hal tersebut disertai dengan pertanyaan dan diskusi)

I: “Ini Pak borangnya beserta amplop tempat memasukkan rekomendasi”

L: “Ok, diambil besok ya. Siang aja mas”

I: “Iya Pak. Mmm mungkin itu dulu Pak, terima kasih. Besok siang borangnya saya ambil.”

Sering kita menyampaikan sesuatu kepada orang lain dengan asumsi orang tersebut telah mengerti apa yang kita katakan, tapi pada kenyataannya tidak selalu. Untuk itulah gunanya komunikasi.

Iklan

One thought on “Komunikasi Yang Buruk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s