Belajar Pemrograman

Beberapa hari yang lalu saya sempat ditanyai atau tepatnya dimintai pendapat oleh Fathir Hamdi mengenai kerangka kerja (framework) proyek sistem informasi gempa yang sedang dikembangkannya. Sistem informasi ini seperti biasa berbasis PHP dan MySQL, ditambah dengan teknologi AJAX, Google Maps, dst. Pokoknya keren.

Yang Fathir hadapi adalah kasus ekspresi kondisi membandingkan dua variabel yang berbeda, jika salah satu benar (true) maka akan mengeksekusi perintah untuk menambahkan string. Masalahnya variabel yang dibandingkan jika benar malah tidak menjalankan perintah/statemen. Nah, saya ditanya pendapat tentang ada apa sih yang terjadi pada kode yang Fathir tulis itu. Apakah ada salah ketik, salah fungsi, ekspresi atau yang lainnya. Karena memang sering orang lain di luar kita dapat melihat permasalahan kita lebih jelas. Tentu jika kita memang sudah pusing atau buntu :D.

Kami berdua melakukan debugging secara kotor dengan menampilkan (echo) isi variabel sebelum dan sesudah dibandingkan, tapi setelah ditilik, menurut kami: sama. Beberapa saat kami memikirkan kenapa dengan variabelnya disertai dengan coba-coba, Amru datang jadi paling tidak bisa membantu memikirkan juga kasusnya karena saya kebetulan harus ke PPTIK untuk menagih hutang jualan kaos dan boneka di Seminar JGOS 2007 hari sebelumnya.

Esok hari setelah ditanya, Fathir mengungkapkan kalau yang terjadi adalah variabel yang diambil dari basis data ternyata “memiliki” spasi di depannya.

Saya harus belajar pemrograman lagi! Kemampuan pemrograman saya jauh berkurang sejak suka mengoprek hal-hal non teknis. Waktu ditanya oleh Fathir “Maukah dirimu aku tanyai soal kode yang saya oprek ini?” saya agak ngeper juga sambil bertanya balik “Kode apa? PHP ya?”. Yah, pemicu untuk selalu belajar dan mengoprek, setelah sebelumnya juga sering diajak diskusi soal pemrograman oleh beberapa orang, salah satunya Yuda, soal Python dan wxPython!

Mulai belajar bahasa pemrograman apa ya? kemungkinan sih C, C++, Python, Bash scripting, … atau mungkin Perl yang selalu jadi agenda untuk mendalami dan selalu terlupa. Paling tidak minimal saya harus mengingat kembali semua yang pernah dipelajari.

Iklan

6 thoughts on “Belajar Pemrograman

  1. Secara filosofis, dengan berlajar bahasa pemograman yang berbeda-beda, akan membantu kita memandang suatu permasalahan dari berbagai sisi.

    Mungkin mirip dengan belajar berbagai bahasa percakapan yang berbeda-beda, secara tidak langsung kita akan mempelajari juga budaya yang membentuk (atau terbentu ya?) oleh bahasa itu tadi..

    satu catatan juga.. bahasa itu jangan dihapal! tapi cukup dipahami saja.. :D

  2. @fathirhamdi: dihapal? siapa yang menghapal, thir? :-). ooo kalimat ini ya “…atau mungkin Perl yang selalu jadi agenda untuk mendalami dan selalu terlupa.”? ini maksudnya, saya belum secara serius mendalami Perl, masih selalu dalam agenda. Terlupa maksudnya terlupa bahwa saya punya agenda untuk belajar lebih dalam Perl.

  3. @nuragus: tertarik, pernah memprogram sedikit dengan java(tm) sih. fathirhamdi sepertinya agak \”anti\” dengan java(tm), bukan begitu thir? ;-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s