Semangat dalam Hidup

Terus terang saya sering sekali merasa bahwa saya itu terlalu semangat dalam hidup. Ketika berinteraksi dengan orang, saya terkadang bercerita dengan semangat tentang ide/mimpi dan sering ide/mimpi itu bagi sebagian besar orang terlalu besar/tinggi. Ada beberapa orang yang secara eksplisit bilang kepada saya “Anda kok semangat sekali?” saya bilang “Kita harus semangat dalam hidup, bukan begitu?”.

Setelah bercerita dan berinteraksi dengan orang dengan semangat membara, meminta pendapat, mengutarakan ide/gagasan/visi/mimpi, berdiskusi, dst, yang jadi masalah adalah pada saat saya menyendiri baik itu di rumah atau di jalan. Saya merasa menjadi satu-satunya yang memiliki diri saya sendiri. Jika mengingat kembali apa yang telah saya lakukan, selalu saya lakukan “checklist”: apakah saya dapat melaksanakan apa yang telah keluar dari mulut saya, apakah saya sudah melewati batas (berlebih-lebihan), apakah saya mengambil hak bicara orang pada saat berdiskusi, apakah saya melakukan hal yang mubah daripada yang wajib, dst.

Berbagai hal yang banyak dan kompleks ini menjadi barang bawaan saya setiap hari mungkin setiap waktu. Menjadikan saya agak mudah stres dibandingkan banyak orang, terlebih dalam 2-3 tahun ini yang entah kenapa sering stres tanpa sebab. Obat yang paling manjur selama ini hanyalah melakukan berbagai aktivitas, dan ketika capek saya tidur, sering setelah Isya saya sudah tertidur dan terbangun pada sebelum Subuh keesokan harinya. Tidur memang aktivitas yang menyenangkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s