Menggunakan Catatan Kecil

Sering kita menghadapi banyak informasi yang masuk ke otak, khususnya yang berhubungan dengan sesuatu yang harus kita ingat. Misal jadwal, kebutuhan yang harus dibeli, atau janjian. Banyak utilitas yang dapat kita gunakan untuk mencatat dari yang sederhana seperti notes, index card, ataupun yang ada di komputer seperti editor teks, dan kumpulan aplikasi PIM.

KNotes

Saya menggunakan KNotes untuk menulis catatan kecil di komputer, bentuknya mirip sekali dengan Stick Notes. Sembari melakukan aktivitas, kita bisa melihat sesekali apa yang perlu dilakukan pada saat itu atau di waktu mendatang. Selain itu saya juga menggunakan sebuah HipsterPDA, sebuah “PDA konvensional” untuk tujuan pengorganisasian data/info yang masuk dan keluar. HipsterPDA saya agak sedikit berbeda dari yang dipopulerkan Merlin, yaitu dengan dua komponen: kertas notes berwarna kuning yang terlekat satu sama lain, dan stylus bolpen seharga 1500 rupiahan. Tanpa index/3×5/business cards, binder/paper clip atau Fisher Pen.

stwn's HipsterPDA

Saya cukup terbantu dengan tool-tool ini, isi otak yang penuh bisa dibuat agak ringan dengan meletakkan ingatan pada catatan-catatan kecil. Kita bisa menggunakan memori yang kosong untuk memikirkan hal lain. Selain itu bentuk organizer tulis-coret ini cukup sederhana, mudah digunakan dan dibawa. Bagi yang pelupa pun bisa dicoba untuk pembantu mengingat.

Iklan

2 thoughts on “Menggunakan Catatan Kecil

  1. before we start using things to help getting things done, what we need to fulfil is self organizable manner. I’ve use such thing, sticky notes, GTD Tiddly Wiki. It’s only last for few weeks and then they are all get in the way. Why? because I don’t have such thing as organizable. Notes adding up and scattered, with pointless content. Other notes only behave as a wishlist container :p.

    So, back to basic, get yourself organized with no tool. If it works, extra tool may help you to be super organized.

  2. > So, back to basic, get yourself organized with
    > no tool. If it works, extra tool may help you
    > to be super organized.

    menambahkan dari komentarmu ton: jika kita bisa mengorganisasi diri kita tanpa tool apapun, lakukan sampai suatu saat kita akan memerlukan tool-tool pembantu tersebut ;)

    memang masalahnya budaya dalam diri sendiri, kita mau mengorganisasi diri atau tidak, mau berubah atau tidak. paling tidak ada niat dan berusaha menurut saya sudah dapat poin. tinggal yang kecil/sedikit ini bisa dilakukan terus menerus akan menjadi kebiasaan yang baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s